Pengendalian Sistem Informasi Akutansi

Resiko Pengendalian SIA
·         Kehancuran karena bencana alam dan politik
bencana alam dan politik dapat menghancurkan sistem informasi dan menyebabkan kerugian bagi sebuah perusahaan, baik dalam jumlah besar maupun kecil.
contoh : kebakaran / kemarau panjang, banjir, gempa bumi, badai, peperangan, serangan terrorist (serangan pada WTC)
·         Kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan
terjadi karena berhentinya peralatan, rusaknya software, kegagalan sistem informasi, gangguan listrik.
·         Tindakan tidak sengaja
terjadi pada saat salah menginput suatu data, menghapus data. Hal ini terjadi karena kesalahan manusia atau user yang tidak terlatih.
·         Tindakan sengaja
berbeda dari tindakan tidak sengaja, hal ini terjadi karena ulah seseorang yang bertujuan menghancurkan sistem atau beberapa komponennya dengan tujuan tertentu

Eksposure pada pengendalian SIA
                Resiko yang terjadi akibat kehilangan kendali. Kekeliruan yang tidak disengaja dalam pencatatan dan proses input data. Hilangnya data atau aktiva. Pencurian aktiva atau kesengajaan kariawan. Operasi yang tidak efisien. Keputusan manajemen

Lingkup pengendalian
1.       Komitemen atas intregitas dan nilai nilai etika
2.       Filosofi pihak managemen dan gaya beroprasi
3.       Struktur dan gaya organisasi
4.       Badan audit dewan komisaris
5.       Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab
6.       Kebijakan dan praktek praktek SDM

Sistem Akutansi
            Metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi perusahaan dalam suatu organisasi bisnis. Sistem akuntansi terdiri atas dokumen bukti transaksi alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya. Operasi suatu sistem akuntansi meliputi tiga tahapan:
  • Harus mengenal dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik    mengenai jumlah fisik maupun jumlah rupiah. serta data penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.
  • Harus mengelompokkan dan mencatat data yang tercantum dalam dokumen bukti transaksi kedalam catatan-catatan akuntansi.
  • Harus meringkas informasi yang tercantum dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Prosedur pengendalian
·         Sistem Pengendalian Internal
Sistem Pengendalian Internal adalah Suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.
Dari definisi di atas dapat kita lihat bahwa tujuan adanya pengendalian internal :
1. Menjaga kekayaan organisasi.
2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
3. Mendorong efisiensi.
4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
Dilihat dari tujuan tersebut maka sistem pengendalian internal dapat dibagi menjadi dua
1. Pengendalian Internal Akuntansi
dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya adalah menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi. Contoh : adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi.
2. Pengendalian Administratif
dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakkan manajemen.(dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi) Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.




Sistem informasi akutansi berbasis komputer
                Sistem informasi akuntansi berbasis komputer adalah sistem informasi yang menggunakan teknologi komputer dalam mengelola data atau transaksi perusahaan menjadi suatu informasi yang tepat, akurat, dan relevan dalam pengambilan keputusan. Perbedaan sistem komputer dan manual hanya pada proses pengolahan data input menjadi output. Pada sistem informasi akuntansi basis komputer data diolah oleh komputer yang biasa disebut sebagai pengolahan data elektronik.

Ruang Lingkup Sistem Informasi
1. Ruang lingkup Implementasi aplikasi Sikompak pada Bagian Akuntansi/Pembukuan meliputi pencatatan dan pengolahan data atas transaksi keuangan yang meliputi penjurnalan, posting hingga menghasilkan laporan keuangan perusahaan (General Ledger System).
2. Ruang lingkup Sistem Informasi Aktiva Tetap dan Persediaan terdiri dari mutasi penambahan dan pengurangan pada aktiva tetap dan persediaan serta perhitungan penyusutan dan nilai buku aktiva tetap.
3. Ruang Lingkup implementasi Billing System yang telah terkomputerisasi terdiri dari beberapa sub-sistem antara lain sub-sistem penyambungan baru, sub-sistem administrasi rekening, sub-sistem pelayanan pelanggan (customer service) dan sub-sistem penagihan dan penerimaan kas.

E-Bisnis

Pengertian E-bisnis
            Adalah kegiatan transaksi, jual beli atau bisnis yang di lakukan melalui jaringan internet. Perusahaan juga dapat langsung berhubungan dengan pembeli, rekan bisnis ataupun supplyer.

Jenis Jenis E-bisnis
1.      Business to Businnes (B2B)
Dilakukan oleh satu persusahaan dengan perusahaan lain dalam bidang yang sama atau berbeda.
2.      Business to Cosumer (B2C)
Perusahaan menjual langsung barang daganannya kepada pembeli/konsumen.
3.      Consument to Consument (C2C)
Seseorang menjual produk atau jasa mereka kepada orang lain.
4.      Consument to Business (C2B)
Konsumen memberitahukan kebutuhan mereka atas suatu produk atau jasa tertentu. Para pemasok akan bersaing untuk menyediakan atau memenuhi kebutuhan dari konsumen tersebut.

Tujuan E-Bisnis
Untuk mendukung effisiensi suatu perusahaan untuk menawarkan barang yang dijual. Selain itu juga sebagai sarana informasi dan komunikasi kepada para konsumen

Ruang lingkup E-Bisnis
            Dibagi menjadi 4 dimensi
·         Dimensi Who
Entitas entitas yang berinteraksi dalam e bisnis dapat diklasifikasikan menjadi: Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, Government
·         Dimensi What
Wilayah e-bisnis mencakup kolaborasi antara organisasi dan mitranya, interaksi organisasi dengan pelanggan, dll

·         Dimensi Where
Kegiatan e-bisnis dapat dilakukan dimana saja selama ke dua pihak memiliki fasilitas elektronik dan akses
·         Dimensi Why
Penerapan e-bisnis tidak saja menguntungkan, tapi juga memberikan kesempatan kepada organisasi untuk menaikkan tingkat pendapatannya.

Kunci sukses E-Bisnis
·         Menyediakan harga kompetitif
·         Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat dan ramah
·         Menyediakan informasi barang atau jasa dengan lengkap dan jelas
·         Menyediakan bonus, penawaran istimewa atau diskon
·         Memberikan perhatian khusus seperti ulasan pembelian
·         Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, atau mendapat masukan dari pelanggan
Contoh Analisa Kasus (ebay)
            Ebay adalah salah satu perusahaan e-bisnis yang menyediakan servis consumer to consumer dan business to consumer dengan media internet. Berlokasi di San Jose, California US, di dirikan oleh Pierre Omidyar pada tahun 1995.
            Ebay adalah sebuah pelelangan online dan web jual beli dimana orang dan perusahaan membeli dan menjual berbagai macam barang dan jasa di seluruh dunia. Ebay mengambil keuntungan dari biaya pada saat sebuah barang di daftarkan atau terjual.
Ebay strategi :
1.      Membangun basis pengguna yang lebih besar
Untuk menarik pengguna baru, ebay menjalin hubungan dengan berbagai website, termasuk Amerika online yang memberikan ebay akses terbesar untuk pengguna terbesar di internet dan mencegah AOL memasukin arena pelelangan.
2.      Ebay berkonsentrasi pada perdagangan lokal dan internasional
Ebay memiliki 53 situs lokal dalam perdaganan US, mereka memberi kemudahan kepada pembeli untuk barang barang yang susah di kirim seperti barang antik dan automobile. Perusahaan ini juga memiliki cabang di berbagai macam negara
3.      Membuat merek yang kuat
Tahun tahun pertama ebay tidak mengeluarkan sedikitpun uang pada perdanganan, mengandalkan hanya kepada pemasaran viral dan kemampuannya untuk bersaing tanpa henti untuk mempertahankan pengakuan pasar.
4.      Memperluas platform perdagangan
Pada tahun ke empatnya, 1999, banyak pesaing yang masuk ke perdagangan lelang online, seperti yahoo dan amazon. Ebay memperkenalkan harga kategori produk yang lebih tinggi, sebuah langkah yang akan meningkatkan margin keuntungan secara dramatis, sementara membutuhkan pengeluaran yang minimal.
5.      Mempertahankan kepercayaan kuad pada masyarakat
Perusahaan ini percaya bahwa membina interaksi langsung antara pembeli dan penjual dengan minat yang sama akan menciptakan komunitas pengguna yang loyal dan aktif.
6.      Terus meningkatkan fitur dan fungsi situs
Seperti meningkatkan cara pembayaran dan proses pembelian atau penjualan melalui situs ebay menjadi lebih mudah



Model Design Database

Pengertian
            Database (Basis data) merupakan kumpulan dari file / data yang saling berhubungan yang tersimpan di simpanan luar komputer atau dalam media penyimpanan. Desain Database adalah proses menghasilkan detail (rinci) model data dari basis data (database).

Ruang lingkup
1.      Pendefinisian Sistem
Pendefinisian dari sistem database, pemakai dan aplikasinya
2.      Perancangan database
a.      Model konseptual database
b.      Model logika database
c.       Fisik database
3.      Implementasi
a.      Pembuatan file database
b.      Penerapan aplikasi perangkat lunak
4.      Pengisian dan konversi data (loading)
a.      Pengisian data ke dalam database
b.      Pengkonversian data dari nama file lama ke nama file baru
5.      Konversi aplikasi
a.      Aplikasi software dari sistem lama ke sistem baru
6.      Testing dan validasi
a.      Sistembaru di tes dan di validasi
7.      Operasi
a.      Pengoperasian sisem database dan aplikasinya
8.      Monitoring dan pemeliharaan
Tahapan Perencanaan database
1.      Pengumpulan data dan analisis
Pengumpulan dan analisis permintaan dari para pemakai maupun area aplikasi
2.      Perancangan model konseptual database
Perancangan skema konseptual
3.      Pemilihan DBMS
Terdapat 2 faktor dalam melilih DBMS, Faktor teknik atau Faktor ekonomi
4.      Perancangan model logika database
Pemetaan sistem independen dan penyesuaian skema ke DBMS
5.      Perancangan Fisik Database
6.      Implemenasi sistem database

Jenis Model database
1.      Model rasional
Merupakan model database berdasarkan logika urutan pertama. Seluruh data di wakili dalam bentuk tuple, digabungkan dalam relasi relasi
2.      Model hierarkis
Model data dimana data tersebut diatur dengan struktur data tree. Struktur ini dapat mewakili finormasi menggunakan hubungan parent/child: stiap parent memiliki banyak child tapi stiap child hanya memiliki 1 parent.
3.      Model Jaringan
Merupakan model database yang diyakini sebagai cara fleksibel mewakili objek dan hubungan mereka. Model ini memiliki fitur istimewa yang pada skema, diperlihatkan sebagai grafik dengan tipe objek ialah node, tipe bilangan curva, dan yang tidak terbatas menjadi hierarki aau berkisi
4.      Object orientasi

Adalah sistem manajemen database dimana informasi diwakili dalam bentuk benda yang di gunakan dalam pemrograman berorientasi objek

Lingkungan eksternal atau lingkungan yang berada di luar organisasi saling mempertukarkan sumber dayanya dengan organisasi tersebut dan tergantung satu sama lain. Organisasi mendapatkan input (bahan baku, uang, tenaga kerja) dari lingkungan eksternal, kemudian ditransformasikan menjadi produk dan jasa sebagai output bagi lingkungan eksternal. Definisilingkungan eksternal adalah sebagi berikut:

  • Lingkungan eksternal adalah semua kejadian di luar perusahaan yang memiliki potensi untuk mempengaruhi perusahaan (Chuck Williams, 2001:51).
  • Lingkungan eksternal terdiri dari unsur-unsur di luar perusahaan yang sebagian besar tak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer (T.Hani Handoko, 1999:62).
  • Lingkungan eksternal terdiri atas unsur-unsur yang berada di luar suatu organisasi, yang relevan pada kegiatan organisasi itu (James A.F. Stoner,1996:66)

Lingkungan eksternal juga dapat dibagi menjadi dua unsur, antara lain:

Menurut James A.F. Stoner:

1. Unsur-unsur tindakan langsung (direct action)

2. Unsur-unsur tindakan tak langsung (indirect action)

Menurut T. Hani Handoko:

1. Lingkungan ekstern mikro

2. Lingkungan ekstern makro

Menurut Chuck Williams:

1. Lingkungan khusus

2. Lingkungan umum

3. Lingkungan yang berubah

Dari ketiga pendapat tersebut sebenarnya mempunyai pengertian yang sama dalam pembagiannya, hanya Chuck Williams yang menambahkannya dengan point ketiga ‘Lingkungan yang berubah’. Jadi, Lingkungan eksternal itu terbagi menjadi:

1. Lingkungan ekstern mikro (unsur-unsur tindakan langsung atau Lingkungan khusus)

2. Lingkungan ekstern makro (unsur-unsur tindakan tak langsung atau Lingkungan umum)

Lingkungan Ekstern Mikro

Lingkungan ekstern mikro terdiri dari:

1. Pelanggan (customers)

Pelanggan membeli produk barang dan jasa. perusahaan tidak dapat hidup tanpa dukungan pelanggan. Oleh karena itu, untuk mencapai keberhasilan usahanya suatu perusahaan perlu mengamati perubahan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Pengamatan reaktif dan proaktif merupakan strategi dalam mengamati kebutuhan dan keinginan pelanggan. Pengamatan reaktif adalah memusatkan perhatian pada kecendrungan dan masalah pelanggan setelah kejadian, misalnya mendengarkan keluhan pelanggan. Pengamatan proaktif terhadap pelanggan adalah dengan memperkirakan kejadian, kecendrungan, dan masalah sebelum hal itu terjadi (sebelum pelanggan mengeluh).

2. Pesaing (Competitors)

Pesaing adalah perusahaan di dalam industri yang sama dan menjual produk atau jasa kepada pelanggan. Seringkali perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan usaha tergantung pada apakah perusahaan melakukan pelayanan yang lebih baik daripada pesaing lain. Karena itu, perusahaan harus melakukan analisis bersaing, yaitu menentukan siapa pesaingnya, mengantisipasi pergerakan pesaing, serta memperhitungkan kekuatan dan kelemahan pesaing.

3. Pemasok (suppliers)

Pemasok adalah perusahaan yang menyediakan bahan baku, tenaga kerja, keuangan dan sumber informasi kepada perusahaan lain. Terdapat hubungan saling ketergantungan antara pemasok dan perusahaan. Ketergantungan perusahaan pada pemasok adalah pentingnya produk pemasok bagi perusahaan dan sulitnya mencari sumber lain sebagai pengganti. Ketergantungan pemasok pada perusahaan adalah suatu tingkat dimana perusahaan pembeli sebagai pelanggan bagi pemasok dan sulitnya menjual produk kepada pembeli lain.

4. Perwakilan-perwakilan Pemerintah

Hubungan organisasi dalam perwakilan-perwakilan pemerintah berkembang semakin kompleks. Peraturan-peraturan industri yang ditetapkan oleh perwakilan pemerintah ini harus ditaati oleh organisasi dalam operasinya, prosedur perijinan, dan pembatasan-pembatasan lainnya untuk melindungi masyarakat.

5. Lembaga Keuangan

Organisasi-organisasi tergantung pada bermacam-macam lembaga keuangan, seperti bank-bank komersial, bank-bank instansi, dan perusahaan - perusahaan asuransi termasuk pasar modal. Lembaga keuangan ini sangat dibutuhkan perusahaan untuk menjaga dan memperluas kegiatan-kegiatannya seperti pendanaan untuk membangun fasilitas baru dan membeli peralatan baru, serta pembelanjaan operasi-operasinya.

Lingkungan Ekstern Makro

Lingkungan ekstern makro terdiri dari:

1. Ekonomi

Keadaan ekonomi suatu negara akan mempengaruhi sebagian besar organisasi yang beroperasi di dalamnya. Pada suatu keadaan perekonomian yang sedang tumbuh, secara umum kemampuan daya beli masyarakat untuk membeli suatu produk atau jasa meningkat. Akan tetapi, kondisi perekonomian seperti itu tidak menjamin bahwa suatu perusahaan juga bertumbuh, hanya menyediakan Lingkungan yang mendorong terjadinya pertumbuhan usaha.

Dalam keadaan perekonomian yang lesu, daya beli masyarakat yang menurun, membuat pertumbuhan usaha menjadi sulit. Sehingga para manajer perusahaan harus selalu mengantisipasi variable-variabel ekonomi seperti kecendrungan inflasi, tingkat suku bunga, kebijakan fiscal dan moneter, dan harga-harga yang ditetapkan oleh pesaing.

2. Teknologi

Teknologi adalah pengetahuan, peralatan, dan teknik yang digunakan untuk mengubah bentuk masukan (input) menjadi keluaran (output). Sehingga perubahan dalam teknologi dapat membantu perusahaan menyediakan produk yang lebih baik atau menghasilkan produknya dengan lebih efisien. Akan tetapi prubahan teknologi juga dapat memberikan suatu ancaman bagi perusahaan-perusahaan tradisional. Contohnya perusahaanfotocopy pada awalnya memberi ancaman bagi perusahaan kertas karbon.

3. Politik Hukum

Komponen politik/hukum adalah undang-undang, peraturan, dan keputusan pemerintah yang mengatur perilaku usaha. Komponen politik/hukum ini dalam suatu periode waktu tertentu akan menentukan operasi perusahaan. Sehingga manajer tidak mungkin mengabaikan iklim politik dan hukum-hukum maupun peraturan yang ada di suatu negara, seperti perlakuan yang adil dalam pembayaran gaji harus sesuai dengan upah minimum yang ditetapkan pemerintah.

4. Sosial Budaya

Komponen sosial budaya merujuk kepada karakteristik demografi serta perilaku, sikap, dan norma-norma umum dari penduduk dalam suatu masyarakat tertentu. Pertama, perubahan karakteristik demografi seperti, jumlah penduduk dengan keterampilan khusus, pertumbuhan atau pengurangan dari golongan populasi tertentu, mempengaruhi cara perusahaan menjalankan usahanya. Kedua, perubahan sosial budaya dalam perilaku, sikap, dan norma-norma juga mempengaruhi permintaan akan produk dan jasa suatu usaha.

Tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (corporate social responsibility) kini jadi frasa yang semakin populer dan marak diterapkan perusahaan di berbagai belahan dunia. Menguatnya terpaan prinsip good corporate governance seperti fairness, transparency, accountability, dan responsibility telah mendorong CSR semakin menyentuh “jantung hati” dunia bisnis.

CSR yang baik

CSR yang baik (good CSR) memadukan empat prinsip good corporate governance, yakni fairness, transparency, accountability, dan responsibility, secara harmonis. Ada perbedaan mendasar di antara keempat prinsip tersebut (Supomo, 2004). Tiga prinsip pertama cenderung bersifat shareholders-driven karena lebih memerhatikan kepentingan pemegang saham perusahaan.

Sebagai contoh, fairness bisa berupa perlakuan yang adil terhadap pemegang saham minoritas; transparency menunjuk pada penyajian laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu; sedangkan accountability diwujudkan dalam bentuk fungsi dan kewenangan RUPS, komisaris, dan direksi yang harus dipertanggung jawabkan.

Sementara itu, prinsip responsibility lebih mencerminkan stakeholders-driven karena lebih mengutamakan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan. Stakeholders perusahaan bisa mencakup karyawan beserta keluarganya, pelanggan, pemasok, komunitas setempat, dan masyarakat luas, termasuk pemerintah selaku regulator. Di sini, perusahaan bukan saja dituntut mampu menciptakan nilai tambah (value added) produk dan jasa bagi stakeholders perusahaan, melainkan pula harus sanggup memelihara kesinambungan nilai tambah yang diciptakannya itu (Supomo, 2004).

Namun demikian, prinsip good corporate governance jangan diartikan secara sempit. Artinya, tidak sekadar mengedepankan kredo beneficience (do good principle), melainkan pula nonmaleficience (do no-harm principle) (Nugroho, 2006).

Perusahaan yang hanya mengedepankan benificience cenderung merasa telah melakukan CSR dengan baik. Misalnya, karena telah memberikan beasiswa atau sunatan massal gratis. Padahal, tanpa sadar dan pada saat yang sama, perusahaan tersebut telah membuat masyarakat semakin bodoh dan berperilaku konsumtif, umpamanya, dengan iklan dan produknya yang melanggar nonmaleficience.

1. Siapa yang sebenarnya membutuhkan management dan mengapa management harus ada ?

Suatu organisasi pasti akan membutuhkan management, karena dengan adanya management maka perencanaan, pengorganisaian, pengarahan, koordinasi dan pengawasan pada suatu organisasi akan terarah sesuai dengan tujuan apa yang akan dicapai oleh organisasi tersebut. Organisasi tersebut akan lebih cepat untuk mencapai tujuannya tersebut dibandingkan dengan organisasi dengan management yang tidak teratur atau tidak ada managementnya.

2. Apa yang dimaksud dengan management yang efektif dan efisien ?

Management efektif adalah management yang di jalankan dengan benar, teratur dan sistematis. Sesuai dengan metode, pendekatan dan konsep yang baik sesuai dengan perkembangan dan dilaksanakan oleh orang orang yang berkompetensi dan bertanggung jawab.

Management efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal; dalam berbagai bidang seperti industri, pendidikan, kesehatan, bisnis, finansial dan sebagainya.

3. Mengapa dalam sebuah organisasi perlu perencanaan ?

Karena dalam sebuah organisasi perencanaan adalah unsur yang penting, dalam sebuah perencanaan akan menentukan langkah apa yang akan diambil atau digunakan oleh organisasi tersebut bila menghadapi suatu masalah yang ada dalam organisasi. Selain itu akan menentukan apa yang akan dilakukan oleh suatu perusahaan saat menjalankan kegiatannya.

4. Sebutkan azas azas yang harus diperhatikan dalam penyusunan suatu organisasi !

Menurut Henry Fayol azas azas yang perlu di perhatikan dalam menyusun organisasi adalah sebagai berikut :

· Azas pembagian kerja (Division of Work)

· Azas wewenang dan tanggung jawab (Authority and Responsibility)

· Azas disiplin (Discipline)

· Azas kesatuan perintah (Unity of Command)

· Azas kesatuan jurusan atau arah (Unity of Direction)

· Azas kepentingan umum di atas kepentingan pribadi (Subordination of Individual Interest in to General Interest)

· Azas pembagian gaji (Remuneration of Personnel)

· Azas pemusatan wewenang (Centralization)

· Azas hirariki atau azas rantai berkala (Scalar of Chain)

· Azas keteraturan (Order)

· Azas keadilan (Equity)

· Azas inisiatif (Initiative)

· Azas kesatuan(Espirit de Corps)

· Azas kestabilan masa jabatan (Stability of Turn-over Personnel)

5. Sebutkan dan jelaskan 5 gaya kepemimpinan !

Menurut Blake dan Mouton, ada lima gaya kepemimpinan yang dikelompokkan sebagai gaya yang ekstrim, sedangkan lainnya hanya satu gaya yang dikatakan ditengah-tengah gaya ekstrims tersebut. Gaya kepemimpinan dalam managerial gris itu antara lain sebagai berikut:


a. Gris 1.

manager sedikit sekali usahanya untuk memikirkan orang-orang yang bekerja dengan dirinya, dan produksinya yang seharusnya dihasilkan oleh organisasinya. Dalam menjalankan tugas manager dalam gris ini menganggap dirinya sebagai perantara yang hanya mengkominikasikan informasi dari atasan lepada bawahan.


b. Gris 2.

Manager mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi untuk memikirkan baik produksinya maupun orang-orang yang bekerja dengannya. Dia mencoba merencanakan semua usaha-usahanya dengan senantiasa memikirkan dedikasinya pada produksi dan nasib orang-orang yang bekerja dalam organisasinya. Manager yang termasuk gris ini dapat dikatakan sebagai “manager tim” yang riel (the real team manager). Dia mampu untuk memadukan kebutuhan-kebutuhan produksi dengan kebutuhan=kebutuhan orang-orang di organisasinya.


c. Gris 3.

Ini gaya kepemimpinan dari manager, ahíla mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi untuk selalu memikirkan orang-orang yang bekerja dalam organisasinya. Tetapi pemikirannya mengenai produksi rendah. Manager semacam ini sering dinamakan pemimpin club (the Country club management), Manajer ini berusaha menciptakan suasana lingkungan yang semua orang bias bekerja rilek, bersahabat, dan bahagia bekerja dalam organisasinya. Dalam suasana seperti ini tidak ada satu orang pun yangmau memikirkan tentang usaha-usaha koordinasi guna mencapai tujuan organisasi.


d. Grid 4.

Ini kadangkala manajer disebut sebagai manajer yang menjalankan tugas secara otokratis (autocratictask managers). Manager semacamini hanya maua memikirkan tentang usah peningkatan efisiensi pelaksanaan verja, tidak mempunyai atau hanya sedikit rasa tanggung jawabnya pada orang-orang yang bekerja dalam organisasinya.dan lebih dari itu gaya kepemimpinannya lebih menonjolkan otokratisnya.


e. Gris 5.

Dalam hal ini manager mempunyai pemikiran yang médium baik pada produksi maupun pada orang-orang. Dia berusaha mencoba menciptakan danmembina moral orang-orang yang bekerja dalam organisasi yang di pimpinnya, dan produksi dalam tingkat yang memadai, tidak terlampau mencolok. Dia tidak menciptakan target terlampau tinggi sehingga sulit dicapai, dan berbaik hati mendorong orang-orang untuk bekerja lebih baik.

Mengenai Saya

Foto saya
Hanya orang iseng yang ingin membuat blog. hehe.. ~Music is my live~

About this blog

Sebuah blog biasa yang berisi artikel artikel yang mungkin dapat berguna bagi anda yang membacanya. ^_^